Sesaat sebuah tangisan tak tertahankan
perlahan memecah dalam keheningan
kau tertunduk, terdiam dalam temaram
menunggu waktu menghapus duka mendalam
menunggu setitik cahaya langit malam
apa yang salah denganmu?
sesuatu yang menjerat setiap anganmu?
sesuatu yang tak pernah tefikirkan olehku.
setiap penggalan kisahmu yg menuntunku
melintasi waktu, melihat masalalu.
dan kemudian gerimis membuka hari
mengganti setiap tetes embun pagi.
Kau katakan “aku suka hujan di pagi hari”
“Karena setelahnya memunculkan indah pelangi?”
“Karena meniupkan nafas ke jiwaku yang telah mati”
and this is my confession
I just lose my imagination
Oh, I feel cold and shivery
but I need no sympathy
In my pain, I need you to lift me up slowly
Perfection, will you show me,
the perfection
Than you keeps telling me to hold on
just faith to the holy of silent adoration